Direktorat Inovasi dan Kerja Sama

Berdasarkan Peraturan Rektor Universitas Diponegoro No. 11 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Rektor No. 13 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unsur-Unsur dibawah Rektor Universitas Diponegoro, tanggal 18 November 2025; Bagian Kedelapan; Direktorat Inovasi dan Kerja Sama, No. 17, Pasal 288, diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:  

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287, Direktur Inovasi dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi:

  1. perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan layanan inovasi;
  2. pelaksanaan layanan pengelolaan kekayaan intelektual;
  3. perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan layanan administrasi nota kesepahaman;
  4. perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan layanan kerja sama akademik, non akademik, dan industri;
  5. penyelenggaraan sistem informasi/ elektronik yang terkait fungsi Direktur Inovasi dan Kerja Sama;
  6. pelaksanaan kerja sama dan/ atau pemberian dukungan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsinya kepada lembaga, badan, direktorat, UPT, kantor dan/ unit lain terkait;
  7. pelaksanaan pelaporan dan evaluasi atas kegiatan yang dilaksanakan; dan
  8. fungsi-fungsi lain yang ditetapkan oleh Rektor

Latest News

Looking for recent news?

UNDIP RAIH 100 PATEN GRANTED🚀

“Selamat dan Apresiasi kepada Para Inovator UNDIP”

Atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam mengantarkan 100 Patent Granted bagi Universitas Diponegoro. Mari terus menghadirkan inovasi dan kerja sama berdampak untuk kemajuan & kesejahteraan bangsa. UNDIP Bermartabat • UNDIP Bermanfaat


 



 


 

Catatan:

Postingan Capaian Paten tsb merupakan luaran Semester I (Batch I tahun 2026) yang Dokumen Sertifikat Paten (fisik / hard file) telah diterima oleh UNDIP (Dirinovki).

Sedangkan capaian Paten yg lain sedang menunggu dokumen Fisik Sertifikat Paten dari DJKI dan akan kami sampaikan pada postingan selanjutnya (Batch II – 2026).

 

UNDIP dan BIM Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Pengembangan Teknologi Mineral

Semarang, 23 Juli 2026 — Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima kunjungan Badan Industri Mineral (BIM) dalam rangka audiensi dan diskusi teknis yang diselenggarakan di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam penjajakan kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah di bidang pengembangan mineral nasional.

Audiensi dihadiri oleh pimpinan universitas, perwakilan fakultas terkait, serta dosen dan peneliti lintas disiplin. Dari pihak BIM, hadir Tenaga Ahli Utama beserta jajaran yang membahas peluang kolaborasi berbasis riset dan pengembangan teknologi mineral.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, mewakili Rektor UNDIP, menyampaikan bahwa sektor mineral memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian industri dan peningkatan daya saing nasional. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan untuk menghasilkan inovasi yang berbasis riset dan berorientasi pada implementasi.

Pihak BIM menyampaikan peran kelembagaan dalam mengakselerasi hilirisasi mineral strategis melalui penguatan teknologi dan peningkatan nilai tambah komoditas. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dipandang penting dalam mendukung alih teknologi, penyusunan kajian teknis, serta penguatan kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Ruang lingkup kerja sama yang dibahas mencakup penguatan Tridharma Perguruan Tinggi dalam bidang mineral strategis, antara lain melalui penelitian bersama, karakterisasi material, inovasi pemrosesan mineral, pengembangan fasilitas percontohan (pilot plant), serta pemanfaatan bersama sarana dan prasarana riset.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan, penelitian mahasiswa, magang, serta pertukaran tenaga ahli. Aspek keberlanjutan lingkungan menjadi bagian integral dalam pengembangan teknologi yang direncanakan. Sebagai tindak lanjut diharapkan melalui penyusunan kerangka kerja sama yang lebih komprehensif serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas UPT Laboratorium Terpadu UNDIP dalam mendukung implementasi kegiatan kolaboratif.

Melalui kolaborasi ini, UNDIP dan BIM berkomitmen untuk mengintegrasikan kapasitas akademik dengan kebutuhan industri dan arah kebijakan nasional guna mempercepat hilirisasi mineral serta memperkuat kemandirian teknologi Indonesia.

Tim Undip Kembangkan Teknologi Air Minum Otomatis untuk Sapi Perah Berbasis Prinsip Kesetimbangan Fluida

Tim dari Univrsitas Diponegoro (Undip) mengembangkan sistem penyediaan air minum otomatis untuk sapi perah yang memungkinkan ternak minum sesuai kebutuhan kapan saja (ad libitum), tanpa perlu pengawasan manual dari peternak.

Teknologi karya Edi Prayitno , S.Pt., MSi , ini memanfaatkan prinsip kesetimbangan fluida (fluid equilibrium) melalui mekanisme kran pelampung (floating valve). Secara ilmiah, sistem bekerja berdasarkan hukum dasar mekanika fluida: ketika permukaan air turun akibat dikonsumsi sapi, gaya apung pada pelampung berkurang sehingga kran terbuka dan air mengalir mengisi ulang secara otomatis. Sebaliknya, saat permukaan air mencapai ketinggian yang ditentukan, gaya apung pelampung menutup kembali aliran air. Mekanisme ini menjaga ketinggian air tetap stabil pada titik kesetimbangan tertentu tanpa memerlukan pompa, sensor elektronik, maupun pasokan listrik.

Prinsip floating valve sendiri dikenal luas dalam aplikasi seperti tangki penampungan air, namun dalam riset ini desainnya disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan kandang sapi perah agar ketinggian air minum tetap konsisten, higienis, dan mudah diakses ternak kapan saja.

Karena sepenuhnya bekerja secara mekanis, teknologi ini cocok diterapkan di peternakan rakyat, termasuk di daerah dengan akses listrik terbatas.

Ketersediaan air minum yang konsisten secara ilmiah berkaitan dengan kenyamanan ternak dan dapat mendukung kualitas produksi susu.

Inovasi ini merupakan bagian dari kontribusi Undip dalam penerapan teknologi tepat guna berbasis prinsip sains dasar untuk mendukung peternak skala kecil dan menengah.

#ACIAR and its partners across Indonesia are working together to increase dairy production and improve smallholder farmers’ livelihoods.

The IndoDairy 2 research project, led by CQUniversity, supports village-level milk cooperatives to deliver improved services and increase value chain participation for farmer members.

As part of project activities in the Central Java province, ACIAR partners Diponegoro University and the provincial government have signed an agreement to support the construction of cattle water systems and provide technical assistance on feed and water management for farmers.

Dari Air Minum hingga Recording: IndoDairy 2 Tingkatkan Kapasitas Peternak Sapi Perah

Gambar 1. Task force (kiri) dan focus farms KUD Mojosongo (kanan) dalam menerapkan pencatatan di papan (white board)

Boyolali, 6–8 Mei 2026 – Program IndoDairy 2 yang didukung oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) telah memasuki tahap intervensi di koperasi susu pada dua provinsi mitra, yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam upaya memperkuat praktik peternakan sapi perah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Menurut Project Leader tim UNDIP, Drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., pada Tahap I (Round I), kegiatan #IndoDairyBersama bekerja sama dengan KUD Mojosongo dalam pemasangan sistem air ad libitum bagi 24 focus farms (peternak percontohan). Sistem ini memungkinkan sapi perah mendapatkan akses air minum selama 24 jam penuh setiap hari, yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ternak dan produktivitas susu. Program pendampingan ini tidak berhenti pada pemasangan fasilitas saja, melainkan akan berlangsung secara berkelanjutan selama 18 bulan ke depan sebagai bagian dari penguatan kapasitas peternak dan koperasi susu. drh.Dian Wahyu Harjanti.,Ph.D menambahkan kegiatan ini juga didukung staff UNDIP yaitu : Siwi Gayatri, Ph.D. dan Edi Prayitno, M.Si dan dua orang research asisten (Ihda Usria N. I., M.Si dan Nida Fariha., M.Pt.).

Sejumlah kegiatan pendukung juga telah dilaksanakan oleh Tim IndoDairy 2 bersama KUD Mojosongo, di antaranya Pelatihan Pentingnya Air Minum bagi Sapi Perah, Pelatihan Dasar Pakan Sapi Perah, serta pelatihan on-farm untuk pencatatan (recording) dan monitoring rutin yang dilakukan oleh taskforce atau satgas KUD Mojosongo. Tim taskforce ini berperan sebagai kepanjangan tangan Tim IndoDairy dalam melakukan pendampingan dan tindak lanjut secara rutin kepada peternak binaan, sehingga perkembangan penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP) dapat dipantau secara berkelanjutan.

Gambar 2. Kiri: Ketua KUD Mojosongo (Heni P) menyerahkan buku rekording kepada focus farms. Kanan (Daryono)- salah satu focus farms

Melalui pendekatan ini, IndoDairy 2 tidak hanya memberdayakan peternak, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat koperasi. Tim taskforce dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan penyuluhan, pendampingan dan pelayanan yang lebih baik kepada peternak sapi perah. Selain pemasangan sistem air ad libitum, IndoDairy 2 juga menyediakan fasilitas recording dan panduan praktis (factsheet) yang disusun dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, sehingga inovasi dan praktik beternak yang baik dapat lebih mudah diterapkan oleh peternak di lapangan.

Ketua KUD Mojosongo, Heni Prihatinningsih, menyampaikan pentingnya pendampingan berkelanjutan melalui penguatan koperasi susu kepada peternak sapi perah. Menurutnya, peternak membutuhkan program yang inklusif, aplikatif dan mudah dipahami agar perubahan praktik beternak dapat berjalan secara optimal.

Heni juga menjelaskan bahwa sejak terpasangnya sistem air ad libitum pada 24 focus farms, kondisi sapi perah terlihat lebih sehat dengan bulu yang lebih halus dan mengkilap. Selain itu, beberapa peternak mulai mengalami peningkatan kualitas susu dan peningkatan produksi susu hingga sekitar 1 liter per ekor per hari. Para peternak juga merasakan manfaat dari sisi efisiensi waktu dan tenaga karena tidak lagi harus menyediakan air minum secara manual untuk ternaknya.

Gambar 3. Tim taskforce memberikan pelatihan recording on farm kepada salah satu focus farm (Yusuf) dan Edi Prayitno, S.Pt., M.Si (Dosen Laboratorium Potong dan Perah Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP sedang memfollow up pemasangan air ad libitum di Focus Farm KUD Mojosongo)

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, koperasi, dan peternak, IndoDairy 2 diharapkan dapat menjadi model pendampingan peternak sapi perah yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, kualitas susu, serta kesejahteraan peternak rakyat di Indonesia.

SMART BEARING: Inovasi Unggulan UNDIP Siap Penuhi Kebutuhan Manufaktur Modern

Semarang – Efisiensi dan keandalan mesin menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing industri nasional. Salah satu penyebab terbesar berhentinya operasi mesin adalah kerusakan bantalan (bearing) akibat keausan yang memicu meningkatnya gesekan, kebisingan, getaran, hingga kegagalan sistem. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan inovasi rekayasa permukaan bantalan (bearing surface engineering) yang mampu memperpanjang umur pakai komponen, meningkatkan efisiensi energi, serta membuka peluang hilirisasi teknologi bagi industri nasional.

Berbeda dengan pendekatan konvensional yang berfokus pada pengurangan beban kerja mesin, tim peneliti Undip, yang diketuai Prof. Dr. Ir. Budi Setiyana, M.T., mampu mengembangkan solusi langsung pada permukaan bantalan melalui teknologi pelapisan (surface coating) dan pemodelan rekayasa modern. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan performa tribologi, yaitu karakteristik gesekan, keausan, dan pelumasan yang menentukan keandalan sebuah sistem mekanik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelapis hidrofobik secara signifikan mampu menurunkan gaya gesek, meningkatkan daya dukung bantalan, mengurangi keausan, serta menjaga stabilitas performa dalam penggunaan jangka panjang. Dibandingkan rekayasa berbasis tekstur permukaan, teknologi pelapisan menawarkan ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan profil akibat kontak berulang sehingga lebih sesuai untuk aplikasi industri yang beroperasi secara kontinu.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari transformasi menuju Industri 4.0, di mana komponen mekanik tidak hanya dirancang memiliki ketahanan tinggi, tetapi juga mampu memberikan informasi kondisi operasional secara real time untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja.

Inovasi ini juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan teknologi bantalan berumur pakai panjang mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kapasitas teknologi nasional; SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengurangan kehilangan energi akibat gesekan; SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui efisiensi penggunaan material dan pengurangan limbah komponen; serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penurunan konsumsi energi dan emisi karbon dari sistem industri.

Keberhasilan inovasi ini mendapat dukungan dari Direktorat Inovasi dan Kerja Sama Universitas Diponegoro, yang berperan dalam mempercepat proses hilirisasi hasil riset melalui perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri, serta fasilitasi komersialisasi teknologi. Direktorat Inovasi dan Kerja Sama terus mendorong agar inovasi yang lahir dari laboratorium dapat berkembang menjadi solusi industri yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui inovasi rekayasa permukaan bantalan ini, Universitas Diponegoro kembali menunjukkan bahwa riset unggulan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan teknologi yang siap diterapkan untuk memperkuat kemandirian industri nasional. Dengan memperpanjang umur pakai komponen, meningkatkan efisiensi energi, dan mengurangi biaya operasional industri, inovasi ini menjadi salah satu kontribusi nyata Undip dalam membangun ekosistem manufaktur Indonesia yang lebih tangguh, berdaya saing global, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

UNDIP CIPTAKAN EFISIENSI DAN KEANDALAN INDUSTRI OTOMOTIF MELALUI INOVASI REKAYASA MATERIAL DAN OPTIMASI STRUKTUR

Semarang – Universitas Diponegoro (Undip) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi yang mendukung transformasi industri dan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan teknologi rekayasa permukaan (surface engineering) dan optimasi struktur komponen kendaraan serta mesin industri. Inovasi karya Prof. Ojo Kurdi, S.T., M.T., Ph.D. ini menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan umur pakai komponen, efisiensi energi, keselamatan operasional, serta mendukung pengembangan kendaraan listrik dan industri manufaktur modern.

Salah satu inovasi utama dalam riset ini adalah pemanfaatan lapisan Polydimethylsiloxane (PDMS) pada material Ultra-High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) untuk meningkatkan kualitas proses laser micromachining. Hasil riset menunjukkan bahwa PDMS mampu meminimalkan deformasi termal, menjaga presisi geometri mikrokanal, mengurangi pembentukan bulge, serta meningkatkan stabilitas dimensi. Inovasi tersebut berpotensi meningkatkan performa tribologi, retensi pelumas, sekaligus membuka peluang aplikasi pada sektor biomedis dan manufaktur presisi.

 

Selain pengembangan rekayasa permukaan, inovasi ini juga menghadirkan inovasi pada aspek desain struktur kendaraan melalui pendekatan Finite Element Analysis (FEA) dan teknik submodeling untuk menghasilkan analisis lokal yang lebih akurat terhadap titik-titik kritis kegagalan akibat tegangan, kelelahan material (fatigue), dan korosi. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan desain kendaraan yang lebih aman, andal, dan memiliki umur layanan yang lebih panjang.

Keunggulan inovasi ini terletak pada pendekatan yang bersifat integratif, yaitu menggabungkan rekayasa material, optimasi desain struktur, serta analisis keandalan dalam satu platform penelitian. Hasil optimasi menunjukkan bahwa penggunaan material ringan, seperti aluminium, berpotensi mengurangi massa struktur hingga 44% tanpa mengurangi faktor keamanan. Pengurangan bobot tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan efisiensi energi, khususnya pada kendaraan listrik dan transportasi masa depan.

Sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan, inovasi ini mengarah pada penerapan adaptive design, topology optimization, smart sensing, dan Structural Health Monitoring (SHM) untuk menciptakan sistem kendaraan dan mesin industri yang mampu memantau kondisi struktur secara real time, mendeteksi potensi kerusakan sejak dini, serta mendukung strategi predictive maintenance. Pengembangan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ken

daraan cerdas yang lebih aman, efisien, dan berdaya saing global.

Event