KOLABORASI STRATEGIS CIPTAKAN INOVASI BERDAMPAK BIDANG KESEHATAN DAN ALAT-ALAT LABORATORIUM UNDIP SEMAKIN KUAT DAN BERKELANJUTAN

Semarang — Minggu, 3 Mei 2026. Komitmen mempertegas inovasi berdampak di bidang kesehatan dan alat-alat laboratorium kembali diperkuat melalui kolaborasi Undip, lintas institusi, Gakeslab dan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran (IKA Medika)  dalam acara Halal Bihalal Kompartemen Semarang Raya (IKAMASRA). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis peluncuran Yayasan Tridharma Cipta Cendekia (TDCC).

Yayasan TDCC, yang diinisiasi oleh alumni Fakultas Kedokteran, berfokus pada penguatan tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran yayasan ini diarahkan untuk mendorong kolaborasi aktif antar akademisi, institusi pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menghasilkan inovasi yang unggul, aplikatif, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Renni Yuniati, SpDVE, FINSDV, FAADV, MH selaku ketua panitia, menekankan bahwa arah pengembangan inovasi Undip tidak lagi berbasis asumsi, melainkan berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat (user-driven innovation). Selaras dengan dibangunnya TDCC yang mengintegrasikan tiga pilar utama—penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat—dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor.

 “Pada bidang penelitian, kami menghimpun kebutuhan langsung dari pengguna, baik industri maupun masyarakat. Melalui Gakeslab (Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia), kolaborasi antara pelaku usaha laboratorium dan alat kesehatan, kami memetakan kebutuhan paling urgen yang dapat diproduksi di dalam negeri dan memiliki daya saing global,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghasilkan inovasi yang tidak berhenti di level akademik, tetapi berlanjut hingga tahap hilirisasi. Dalam hal ini, Direktorat Inovasi dan Kerja Sama Undip yang juga turut memeriahkan Pameran Produk Inovasi Unggulan Undip pada acara tersebut, berperan sebagai mitra strategis dalam memfasilitasi proses formulasi inovasi, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga pengembangan produk. Direktorat Inovasi dan Kerja Sama Undip juga turut memainkan peran penting sebagai katalisator dalam mendorong hilirisasi produk inovasi bidang kesehatan dan alat-alat laboratorium. Melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan pengguna difasilitasi untuk menghasilkan produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dan siap diimplementasikan.

“Inovasi yang dihasilkan akan diformulasikan dalam berbagai bentuk, seperti prototipe alat kesehatan, metode baru, hingga pengembangan jaringan riset, uji klinis, yang kesemua itu sudah pasti akan dilindungi oleh paten. Target kami adalah menghasilkan produk yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Inovasi Berdampak, Unggul dan Berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam bidang riset, seperti diungkapkan Dr. dr. Cipta Pramana, Sp.OG, Subsp.Obsginsos, sebagai Ketua Umum Yayasan yang sekaligus menjabat Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Semarang, TDCC telah berhasil mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk deteksi dini kanker serviks melalui teknologi vaginoskopi berbasis citra. Inovasi ini dikembangkan oleh Dr. Meliana Nurul Widyawati, S.SiT, Bdn., M.Kes., peneliti dari Poltekkes Kemenkes Semarang yang bekerja sama dengan peneliti Undip dan beberapa perguruan tinggi lain. Menurut Meliana, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan dan akurasi diagnosis hingga 95%, sekaligus menjawab tantangan rendahnya kesadaran deteksi dini pada masyarakat. Selain itu, riset terkait faktor risiko preeklamsia pada ibu hamil di Kota Semarang juga tengah dikembangkan sebagai upaya peningkatan kesehatan maternal.

Model kolaborasi yang dikembangkan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku industri alat kesehatan, laboratorium, serta organisasi seperti KADIN, guna memetakan kebutuhan riil di lapangan. Hasilnya diformulasikan menjadi prototipe, metode, hingga produk berpotensi paten yang dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap komersialisasi.

Ke depan, TDCC juga menginisiasi pembentukan asosiasi peneliti tingkat nasional sebagai wadah kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi strategis yang berdampak luas bagi masyarakat Indonesia.

Sinergi antara alumni, yayasan, institusi pendidikan, serta Direktorat Inovasi dan Kerja Sama Undip diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem inovasi bidang kesehatan dan alat-alat laboratorium yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan di Indonesia.