UNDIP, Jakarta – Inovasi karya mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menorehkan prestasi internasional melalui pengembangan teknologi “ROACH-DETECT”, sistem deteksi korban bencana berbasis kecoa cyborg dan edge computing untuk mendukung operasi Search and Rescue (SAR). Inovasi ini berhasil meraih Gold Medal dan Special Award pada ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
ROACH-DETECT dikembangkan oleh Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik UNDIP melalui riset multidisiplin bidang teknik, robotika, dan kecerdasan buatan. Teknologi ini memanfaatkan kecoa Madagascar Hissing Cockroach yang dipasangi electronic backpack berbasis mikrokontroler, sensor suhu tubuh, kamera mikro, dan sistem komunikasi real-time untuk mendeteksi korban di area reruntuhan sempit yang sulit dijangkau manusia maupun anjing pelacak.

Tokoh utama di balik inovasi ini adalah Muhammad Faizul Kirom berserta anggota tim didampingi inovator UNDIP, Mochammad Ariyanto, S.T., M.T., Ph.D., dan Prof. Dr. Rifky Ismail, S.T., M.T. yang memimpin pengembangan teknologi biohybrid tersebut. Dengan kemampuan mobilitas alami kecoa, sistem ROACH-DETECT mampu menelusuri ruang sempit, kondisi minim cahaya, hingga area berdebu dan berisiko tinggi untuk membantu proses pencarian korban secara lebih cepat dan efektif.
Keunggulan teknologi ini terletak pada penerapan edge computing yang memungkinkan data diproses dan dikirim langsung kepada tim SAR secara real-time. Selain itu, kecoa dapat diarahkan menggunakan stimulus elektrik sehingga mampu menjangkau titik pencarian tertentu dengan lebih adaptif dan efisien.
Prestasi ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tim Cyborg Insect UNDIP bahkan diundang secara khusus untuk mendemonstrasikan teknologi kecoa “robot” tersebut di hadapan BNPB sebagai solusi inovatif penanganan bencana di Indonesia.
Rektor UNDIP, Suharnomo menyampaikan bahwa pengembangan ROACH-DETECT merupakan bagian dari komitmen UNDIP dalam menghadirkan inovasi yang unggul, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana. UNDIP terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya berprestasi di tingkat internasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto memberikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan UNDIP dan menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi langkah penting dalam memperkuat ketangguhan nasional menghadapi bencana.
“Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan Indonesia sebagai negara rawan bencana. Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah sangat penting untuk memperkuat kapasitas nasional dalam penanggulangan bencana,” ungkapnya.
Produk Inovasi lainnya yang mendapat apresisasi dan diprioritaskan untuk dikerjasamakan dengan BNPB adalah produk inovasi Nutri Sun D3 yang merupakan bubur instan berbasis teknologi freeze-drying yang diformulasikan menggunakan soy protein isolate sebagai sumber protein nabati berkualitas tinggi, serta diperkaya sayuran hijau sebagai sumber mikronutrien alami. Produk ini juga difortifikasi dengan vitamin D, nutrien esensial yang berperan penting dalam mendukung daya tahan tubuh, membantu metabolisme kalsium, serta menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Produk Inovasi ini karya Gemala Anjani, SP, M.Si, Ph.D, didukung anggota tim Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, S.TP., M.Si. serta Ahmad Syauqy, S.Gz., M.P.H., Ph.D., Dietisien.

Dukungan penguatan inovasi dan jejaring kolaborasi juga datang dari Dian Wahyu Harjanti selaku perwakilan Direktorat Inovasi dan Kerja Sama UNDIP. Ia menegaskan bahwa UNDIP terus mendorong hilirisasi riset dan pengembangan inovasi agar dapat diimplementasikan secara nyata, berkelanjutan, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
ROACH-DETECT dan menjadi bukti nyata semangat “UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat” melalui pengembangan teknologi tepat guna yang menjawab tantangan kemanusiaan global. Ke depan, UNDIP berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi adaptif dan aplikatif guna mendukung keselamatan masyarakat serta memperkuat ekosistem inovasi nasional yang berdampak dan berkelanjutan.