Teknologi karya Edi Prayitno , S.Pt., MSi , ini memanfaatkan prinsip kesetimbangan fluida (fluid equilibrium) melalui mekanisme kran pelampung (floating valve). Secara ilmiah, sistem bekerja berdasarkan hukum dasar mekanika fluida: ketika permukaan air turun akibat dikonsumsi sapi, gaya apung pada pelampung berkurang sehingga kran terbuka dan air mengalir mengisi ulang secara otomatis. Sebaliknya, saat permukaan air mencapai ketinggian yang ditentukan, gaya apung pelampung menutup kembali aliran air. Mekanisme ini menjaga ketinggian air tetap stabil pada titik kesetimbangan tertentu tanpa memerlukan pompa, sensor elektronik, maupun pasokan listrik.