Universitas Diponegoro kembali menegaskan posisinya sebagai kampus riset unggulan melalui pengembangan inovasi berbasis sumber daya hayati yang berorientasi hilirisasi. Salah satu terobosan tersebut adalah Dipo-SpiruTech, inovasi mikroalga spirulina yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri secara aplikatif. Inovasi ini dikembangkan oleh tim lintas disiplin yang dipimpin Dr. Diana Chilmawati Bersama Tim yang merupakan inovator dari Fakuktas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) serta Fakultas Teknik (Teknik Kimia) UNDIP.
Dipo-SpiruTech merupakan produk spirulina terstandar yang dihasilkan melalui proses ilmiah terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari teknologi pencucian sel hingga pengendalian mutu biomassa. Pendekatan ini memastikan konsistensi kualitas, kandungan nutrisi tinggi, serta kekuatan senyawa bioaktif yang menjadi nilai tambah utama produk.
Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, tepung spirulina murni Dipo-SpiruTech memiliki beta-karoten tinggi (795 µg/g), kandungan protein mencapai 74%, fikosianin dengan tingkat kemurnian 5,6, serta 18 asam amino esensial. Kandungan asam amino strategis seperti triptofan, tirosin, fenilalanin, dan glutamat memperkuat fungsi spirulina sebagai bahan baku fungsional bernilai tinggi. Keunggulan ini menjadikan Dipo-SpiruTech sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut, baik sebagai sumber ekstraksi fikosianin bioaktif maupun sebagai komponen utama pakan fungsional untuk akuakultur.
Keunggulan teknologi ini semakin diperkuat melalui kolaborasi industri. Kerja sama yang dibangun dengan PT Alga Bioteknologi Indonesia dengan Universitas Diponegoro merupakan inisiasi dan dukungan penuh dari Direktorat Inovasi dan Kerja Sama Undip melalui program pendanaan Matching Fund Kedaireka, Kemendikbudsaintek tahun 2023.
Inovasi yang dikembangkan ini juga sangat mendukung penerapan teknologi pencucian sel. Kolaborasi lain juga dilakukan dengan kerja sama Undip dan PT Grobes Indomakmur pada program BIMA 2025 menghasilkan produk inovasi pelet pakan berbasis spirulina dan fikosianin. Sinergi ini memastikan Dipo-SpiruTech tidak berhenti pada tahap riset, tetapi berkembang menjadi produk siap uji, siap adopsi, dan relevan dengan kebutuhan pasar.
Secara strategis, Dipo-SpiruTech sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendorong hilirisasi riset, pengurangan ketergantungan bahan baku impor, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi berbasis hayati. Inovasi ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian SDG’s pada SDG 2, SDG 9, SDG 12, dan SDG 14, melalui penguatan sistem pangan berkelanjutan, percepatan inovasi industri, dan pemanfaatan sumber daya hayati yang ramah lingkungan. Melalui Dipo-SpiruTech, Undip kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan inovasi berdampak nyata bagi industri dan pembangunan nasional.
Komentar Terbaru